Kemenag bahas Intergrasi program SIMPATIKA dengan EMIS
Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama RI menggelar kegiatan Pendampingan Program Dan Kegiatan PKB Guru Dan Tendik Madrasah Angkatan 29.
Kegiatan ini digelar membahas Intergrasi aplikasi program SIMPATIKA dengan sistim Informasi Manajemen.
Muhammad Zain menyampaikan bahwa ada tugas Direktorat GTK
setidaknya tersimpul kepada 3 hal, yang dapat disederhanakan menyangkut 3 K
yaitu ;
· Pertama, peningkatan kualifikasi
guru. Data simaptika menunjukkan masih terdapat sekitar 52 ribu guru yang belum
berkualifikasi S1, untuk di kuliahkan jarak jauh lewat Universitas Islam Siber
Syekh Nur Jati Indonesia (UISSI), karena pendidikan S1 adalah syarat mutlak
untuk mengikuti sertifikasi guru.
· Kedua, peningkatan kompetensi guru menjadi prioritas berikutnya karena tantangan kita saat ini adalah pengembangan kelas digital melalui pembelajaran blended method. Sebab, pada faktanya guru-guru kita mengalami culture shock dan kesulitan beradaptasi dengan perkembangan digital.
Terkait penguatan literasi guru dan tenaga kependidikan madrasah, Kemenag sedang melakukan kerjasama dengan Kepala
Perpustakaan Nasional agar para guru dapat mengakses buku-buku dan artikel ilmiah koleksi perpusnas. Terutama daerah
daerah 3T..
Direktur GTK Madrasah juga memberikan pesan sebelum mengakhiri
arahan dalam kegiatan tersebut yaitu dalam menghadapi PTM terbatas, harus
memberikan prioritas dengan menerapkan kurikulum bahagia.
Salah satunya dengan memberikan ice breaking dan memanfaatkan
ruang-ruang termuka di halaman madrasahnya.
Dalam melakukan pengajaran guru dihimbau agar mengajar penuh
dengan cinta. Zain menutup arahannya dengan mengutip Jalaluddin Rumi ”Love is
cure. Love is power. Love is the magic of changes.
Love is the mirror of devine beauty”. ”Cinta adalah obat. Cinta
adalah kekuatan. Cinta adalah magic bagi perubahan. Cinta itu adalah cermin
kemahaindahan Tuhan”.
Senada dengan Direktur GTK Madrasah, Koordinator Komponen 3,
Ainur Rofiq menyampaikan bahwa sekarang kegiatan Madrasah Reform saat ini
terdapat tambahan konsultan baru yaitu konsultan yang mempunyai tugas mengurus
daerah 3 T agar mendapat kepastian dan pelayanan pendidikan melalui kegiatan
World Bank (WB).
Kegiatan yang dilakukan saat ini fokus membahas tentang
Intergrasi aplikasi program SIMPATIKA dengan sistim Informasi Manajemen
Madrasah.
Upaya integrasi SIMPATIKA dengan sistem informasi manajemen
menurut koordinator komponen 3 menyangkut 5 (lima) hal, yaitu :
·
Pertama sistem manajemen assesmen kompetensi guru, simpatika
dengan sistem seleksi, mulai dari calon pengawas, kepala madrasah, instruktur
nasional, fasilitator provinsi dan fasilitator daerah dan guru berprestasi
dalam rangka hari guru nasional tahun 2021;
·
Kedua, sistim informasi manajemen KKG GTK Madrasah terkait
dengan kelompok kerja guru dan tenaga kependidikan madrasah;
·
Ketiga, sistim informasi manajemen online (LMS) kaitannya dengan
pelaksanaan pelatihan secara online atau model PJJ;
·
Keempat, integrasi SIMPATIKA dengan sistim informasi manajemen
pendidikan dan pelatihan atau SIMDIKLAT;
·
dan yang Kelima adalah sistim informasi manajemen pegawai atau
SIMPEG 5.
DeDengan terintegrasi antara SIMPATIKA dengan sistim informasi
tersebut, target untuk mewujudkan 100 guru utama, 100 kepala madrasah utama dan
100 pengawas utama dapat tercapai.
KeKegiatan tersebut diikuti oleh 44 orang peserta yang terdiri
dari Konsultan Komponen 3, Kasi Tenaga Kependidikan, Tim Pengembang AKG, Tim
SIMDIKLAT dan Tim Data SIMPATIKA Kementerian Agama Republik Indonesia,
diselenggarakan selama 2 hari dari tanggal 7-8 September 2021, di Hotel Grand
Diara Bogor.
Comments
Post a Comment